Skip navigation

Di Suatu taman indah duduk seorang gadis dengan pandangan berharap, tampak dia menatap sesuatu. Seorang temannya menghampiri dan menepuk pundaknya, gadis itu tak bergeming memandang bangku taman di sebelah kanan nya. Tanpa sadar, temannyapun melihat apa yang gadis itu lihat terlihat sebuah keluarga, pasangan suami-istri yang tampak bahagia bercanda dengan puti-putri mereka, sang ibu tampak beranjak dari bangku itu dan kini hanya sang ayah dan dua putrinya, wajah mereka berseri dan asik bercerita.

Teman : Kau merindukan ayahmu?

Gadis :…………………. (sang gadis tak menjawab, dia asik dengan dunianya sendiri, dia tak lagi menatap ketiga orang itu lagi, tetapi menerawang, melewati batas –batas kota, terus melaju, terus dan tibalah di sebuah rumah mungil berukuran kurang lebih 0.75 X 1.65 m, rumah peristirahatan terakhir untuk semua manusia yang hidup,,,pemakaman. Tanahnya masih basah dengan taburan bunga di atasnya, dia terus masuk,,menerawang jauh, membayangkan sosok laki-laki berbaring di sana, terlihat seulas senyum diwajahnya, ayah,,,,,,ku harap kita dapat bertemu lagi di Tempat terindah, ujarnya lirih )

Teman : Hei!!!

Gadis : ……….(masih dalam diam, sang gadis tersentak, dia kembali dengan cepat, meninggalkan rumah mungil itu, melewati batas-batas kota dan kembali ke bangkunya). Kini gadis itu menenggok kearah kiri bangkunya, tampak di bangku bundar, ada dua orang disana. Seorang gadis seperti dirinya, tidak, lebih muda lagi, mungkin usia SMA, dan disampingnya ada seorang laki-laki, dia sudah dewasa, wajahnya teduh dan hangat, menatap penuh sayang pada anak gadis itu. Gadis itu tahu, si anak gadis itu adalalah adik laki-laki itu. Mereka tentu saja sedang belajar karena begitu banyak buku dihadapan mereka, tetapi tak jarang tawa renyah terdengar disela-sela belajar mereka.

Teman : Kau rindukan saudara laki-lakimu?

Gadis :………….(Sang gadis menatap langit, dia seakan melihat kilasan film dalam memorinya. Bayangan seorang anak laki-laki hadir disana, tampan, tinggi, putih. Anak laki-laki itu tersenyum sembari menatap seorang gadis yang mungkin selisih 3 tahun dengan anak laki-laki itu, mereka saling bertatap dan tertawa bersama. Becanda dan Tak ayal cubitan-cubitan mendarat di tubuh mereka. Tiba-tiba ada suara memanggil keduanya untuk makan, dialah ibu kedua anak itu. Sang gadis seakan berputar dan ketika tersadar dia berada di sebuah kamar, suara erangan halus mengusik gendang telinganya, tampak seorang gadis kecil sedang menenangkan anak laki-laki yang kini tak tampak tampan lagi, kini dia kurus, badannya seakan hanya tulang yang berbalut kulit saja. Namun seeulas senyum masih tersisa di wajah anak laki-laki itu, itulah senyum terakhirnya,,,,,,,,Sang gadis tergugu,,,,,dia berlari meninggalkan ruangan itu, rumah yang mulai ramai dan akhirnya dia kembali ke bangkunya. Dia masih tergugu.) Namun kemudian dia menatap langit, wajahnya berbinar ,,,,,

Teman : Ku tau apa yang kau pikirkan dan rasakan,,,,

Gadis : ….(masih terdiam, hanya anggukan mantap, jawaban untuk temannya itu,,,,Tuhan Kedua laki-lakiku tlah kembali kepada Mu,,ku yakin mereka damai bersama Mu,,,,dan ku yakin akan janji Mu kau tlah ciptakan satu laki-laki untukku,,,,,,Kapan waktunya, sempurna dalam rencana Mu,,,)

Teman :…….(Baru kali ini dia tak dapat berkata-kata, dia hanya mengamini apa yang dikatakan oleh sang gadis)

Mereka menatap langit penuh harap,,,,,karena DIA lah tempat mereka berharap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: