Skip navigation

Permainan merupakan sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan. Permainan biasanya dilakukan sendiri atau bersama-sama.

Menurut Hughes Unsur-unsur dalam suatu kegiatan yang disebut bermain, yaitu:

1. Tujuan bermain adalah permainan itu sendiri dan si pelaku mendapat kepuasan karena melakukannya.

2. Menyenangkan dan dinikamati.

3. Ada unsur khayalan dalam kegiatannya.

4. Dilakukan secara aktif dan sadar.

Sedangkan dari ahli-ahli yang mendifinisikan bermain sebagai apapun kegiatan anak yang dirasakan olehnya menyenangkan dan dinikmati (pleasurable and enjoyable). Bermain dapat menggunakan alat (mainan) ataupun tidak.

Kebanyakan orangtua berpikir bermain hanya membuang-buang waktu saja, jika dibandingkan dengan belajar yang dapat membuat anak menjadi pandai. Pendapat ini ada benarnya juga jika kepandaian hanya berhubungan dengan kemapuan akademik saja, seperti membaca, menulis dan berhitung. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, kepandaian bukan hanya sekedar itu, sikap dan nalar juga sangat dibutuhkan dalam hidup.

Ternyata bermain untuk anak juga mempunyai manfaat. Ketika bermain, anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan di dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dimiliki tentang dunia, sekaligus bisa mendapat pengetahuan baru dan yang terpenting, dia melakukan semua itu dengan hati yang senang. Tidak hanya itu, dengan bermain anak juga dapat mengekspresikan hal-hal yang ia rasakan, ketakutan-ketakutan dan kegembiraan.

Dengan bermain, kreativitas anak juga semakin berkembang. Hal ini dikarenakan ide-ide originallah yang keluar dari pikiran anak-anak, walaupun terkadang terasa abstrak bagi orang dewasa.

Menurut Bruner Dan Donaldson membuktikan dalam telaah mereka bahwa sebagian pembelajaran yang terpenting dalam kehidupan didapat dari masa kanak-kanak paling awal. Apalagi pembelajaran ini sebagian besar diperoleh dari pengalaman yang kita namai bermain

Dalam masyarakat yang sederhana seringkali kita masih melihat keakraban antar anggota masyarakat, banyak permainan yang dilakukan oleh anak-anak secara beramai-ramai dengan teman-teman mereka di halaman atau di teras rumah. Mereka berkelompok, berlarian, atau duduk melingkar memainkan salah satu permainan dan tercipta keakraban. Beberapa permainan ini karena tercipta di masa yang lama berlalu disebut dengan permainan tradisional, sedangkan di sisi lain beberapa permainan yang lebih akhir (dan biasanya menggunakan peralatan yang canggih) disebut permainan modern.

Sumber:

Sample, Bob. 2002. Revolusi Belajar Untuk Anak. Bandung: Kaifa.

http://www.wikipedia.com

2 Comments

  1. bermain merupakan salah satu bentuk stimulasi bagi berbagai aspek perkembangan anak. seperti fisik motorik (gross motor dan fine motor), sosio emosional, gognitif, bahasa dan lain-lain..

    bermain juga memiliki tahapan sesuai dengan usia anak..
    saat anak bermain sendiri.. soliter.. paralel.. berkelompok.. hingga akhirnya bermain dengan suatu peraturan..

  2. mengajar dengan menggunakan permainan memang perlu,agar siswa tidak merasa bosan dalam pelajaran…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: