Skip navigation

Ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat tentang matematika, yaitu matematika merupakan ilmu yang sangat sukar, begitu juga soal-soalnya. Image itulah yang kemudian membuat siswa malas mengerjakan soal matematika, karena dalam pemikiran mereka, penyelesaian soal tersebut pastilah sangat rumit. Tetapi akhir-akhir ini, soal-soal matematika tidaklah lagi menakutkan, karena munculnya rumus-rumus praktis matematika.

Jika kita analogikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu apabila kita dihadapkan pada sebuah permasalahan dan dua pilihan penyelesaian. Dimana satu penyelesaian merupakan cara instan tidak memakan waktu yang cukup banyak. Sedangkan satu penyelesaian lagi berupa cara manual yang relatif memakan banyak waktu, sudah pasti kita akan lebih memilih penyelesaian yang pertama. Hal tersebut juga terjadi apabila siswa dihadapkan dengan persoalan matematika, sebagian besar siswa mungkin berfikir rumus praktis adalah solusi terbaik.

Rumus-rumus praktis ini didapatkan siswa dari tempat bimbingan belajar ataupun buku saku yang dijual bebas di pasaran. Namun, kebanyakan modul dari bimbingan belajar ataupun buku saku itu hanya menampilkan rumus praktisnya saja. Tidak ada penjelasan atau semacam umpan, agar siswa termotivasi untuk mencari dari mana di dapatkan rumus tersebut. Bahkan ada siswa yang akan kebingungan apabila mendapat tipe soal yang berbeda, padahal sebenarnya masih memakai konsep yang sama. Sehingga tujuan awal dari adanya rumus praktis adalah untuk mempermudah, malah akan mempersulit, karena siswa hanya menghafal rumus bukan memahami konsep.

Akan tetapi di sisi lain, rumus praktis ini juga akan mempengaruhi motivasi siswa untuk belajar dan mengerjakan soal-soal matematika. Motivasi siswa dapat menjadi rendah, apabila suatu ketika dia menemui soal dengan tipe yang berbeda, sehingga dia tidak dapat menyelesaikan soal tersebut dengan rumus praktis yang telah dia hafalkan. Namun dapat juga sebaliknya, siswa akan mempunyai motivasi yang tinggi. Hal ini terjadi apabila dia mendapati soal yang dapat diselesaiakan dengan cepat menggunakan rumus praktis yang dia hafalkan.

Nampaknya rumus praktis matematika dapat berakibat positif dan negative. Dan yang kita harapkan adalah akibat positifnya. Hal ini tentu saja tidak hanya tergantung pada satu variable saja, namun banyak sisi yang harus dilibatkan, seperti dari pihak pengajar, penulisi buku, dll. Namun yang paling mungkin adalah pengajar. Bagaimana cara menyampaikan rumus praktis ini sehingga mempermudah dan meningkatkan motivasi belajar matematika siswa, tanpa mengabaikan pemahaman siswa akan konsepnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: