Skip navigation

Rencana yang tlah kususun rapi untuk satu pekan harus kurombak abis-abisan. Semuanya berubah TOTAL, berbalik 180 derajat. Ibu Mendadak memintaku untuk pulang. Sebuah rasa menyelinap, membuat hati tak nyaman. Padahal sudah cukup banyak janji, sehingga haruslah ku meminta maaf untuk mengencel semua itu. Sebuah training yang terbayang di depan mata sudah sirna, uh rasanya sayang. Tanggung jawab pun harus ku tanggguhkan terlebih dahulu tuk memenuhi panggilan bakti pada ayah dan bunda.

Namun, tak kusangka ini kah yang tlah KAU persiapkan untuk ku? Sebuah Hikmah tiada tara,,,Ya RAbb, KAU pun tlah jawab pertanyaanku, lewat buku kehidupan yang terbuka untukku. Sungguh KAU Maha Tahu dan Sebaik-baiknya PErencana.

>>>>> Sebuah Ruang pukul 11.00

Tiba-tiba seorang pria paruh baya yang memang sedang menanggung sakit meminta istrinya untuk menemani nya, seperti ada yang ingin disampaikannya kepada sang istri. Sang istri mendekat, siap mendengarkan apa yang akan disampaikan suaminya. Namun, sang suami tak bisa berkata apapun, tampak wajah yang sarat, berat menanggung sakit tak tertangguhkan. Akhirnya sang istri membimbing suaminya untuk rebahan.

Ucapan tasbih terus digumamkan oleh sang suami. Ayat-ayat suci pun mulai dibacakan oleh istrinya. Dua orang anakpun menyertai sang ibu membaca ayat suci. Si sulung membaca Surat Yasin sedangkan si bungsu hanya dapat membacakan surat Al Ikhlas di dekat telinga sang ayah.

Nafas sang ayah mulai tak teratur, gumamannya makin menggambarkan deritanya. Ayat-ayat suci makin keras terdengar. Tak ayal bercampur isak yang tertahan. Hingga si Ibu berkata pada sang suami, “MAafin Ibu ya Yah”. Sang ibupun meminta anak-anak nya untuk meminta maaf kepada ayah mereka. Akhrnya prosesi permintaan maaf selesai. Ayat-ayat suci masih diperdengarkan. Puji Syukur Hanya Untuk Alloh PEmilik SEmesta Alam, usahapun menampakkan hasilnya. Sang ayah mulai terlihat sadar kembali. Dia bangkit dan duduk, dengan linangan air mata dia beristighfar. Setelah nafasnya teratur kembali, dia bercerita tentang kejadian yang baru saja dialaminya.

Jika tak dihadapi dengan iman maka tak akan percayalah diri ini. Gambaran tentang SAKARATUL MAUT. Dimana ada yang datang begitu banyak orang yang tlah tiada, mengajak untuk ikut bersamanya. NAfas seakan sampai di tenggorokan, mulut tak lagi dapat digerakkan tuk menyebut Asama Nya. Orang yang ada disekelilingnya tak lagi terlihat. Dia buta, bisu dan tuli. Apa yang diperdengarkan tak lagi dapat di tangkap telinga. Cumaada sat yang tiba-tiba terdengar, suara anak bungsunya yang membaca surat Al Ikhlas, yang akhirnya dengan seizing Alloh menarik sang ayah dari dunia lain itu.

Subhanallah, RAhasia Alloh lah Masalah mati dan Ruh. NAMun kita hanya bisa mengambil peajaran saja dari kejadian ini. SUdah SIapKAH KITA MENGHADAPI SAKARATUL MAUT ???? Kemana kita akan kembali,, tentu saja kepada Alloh, tetapi di manakah tempatnya? SURGA ATAU NERAKA????

HAti anda tahu itu,,,Maka ketika masih ada kesempatan yuks kita persembahkan yang terbaik,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: