Skip navigation

“Ah belum siap pake jilbab, aku kan masih kaya gini”.

“Pake jilbab kan ribet, panas lagi”.

“Pake jilbab kan jadi gak gaul,”.

Masih buanyak alasan-alasan wanita Islam untuk menghindari permintaan Alloh atas diri mereka, yaitu “BERJILBAB”. Padahal mereka mengaku Islam dan beriman pada Alloh, Rosul dan Al Qur’an , tetapi penolakan mereka untuk berjilbab membuktikan mereka tidak bersungguh-sungguh akan kata-kata mereka tentang iman. Karena bukankah Alloh dan Rosul meminta muslimah untuk menutup auratnya (berjilbab)? Dan itu tercantum dalam Al Qur’an :

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang”. (Al Ahzab : 59)

Kita mengaku beriman, berarti kita mengaku pula, kalau kita mencintai Alloh dan Rosul, dan bukan kah cinta butuh pembuktian. Berjilbab untuk seorang muslimah berarti pembuktian akan cintanya itu. Misal saja kita mencintai seseorang ya Ayah kita gitu. Suatu hari beliau meminta sesuatu kepada kita, kita tentu akan berusaha untuk memenuhinya kan? Tapi tentu saja Ayah kita akan kecewa ketika tahu kalo ternyata kita melakukannya bukan karen akita sayang dia, tapi karena takut kita Yah walaupun kembali lagi kepada niatnya. Bukankah segala sesuatu itu tergantung niat dan suatu amal akan di terima oleh Alloh ketika niat kita hanya untuk Alloh SWT dan jalan yang benar tentunya. Mungkin kalo niat mah sudah jelas kan? Terus bagaimana dengan jalannya?

Jalannya ya berarti sesuai yang dituntunkan oleh Rosululloh, yang berkaitan dengan syarat-syarat jilbab

1. Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab : 59, An Nuur : 31).

2. Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan.

3. Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos oblong dan semacamnya. Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori).

4. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir.
(Disarikan oleh Abu Mushlih dari Jilbab Wanita Muslimah karya Syaikh Al Albani)

Mungkin itu diantaranya, sebenarnya masih ada lagi. Yuks kita belajar lagi, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: