Lewati navigasi

Arsip Kategori: ReliGI

Ketika seorang bertamu kerumah kita,,apakah akan ada perubahan-perubahan,,???misalnya tadinya gak bersih2,jadi bersih2,,lalu bagaimana jika yang datang adalah Rosululloh??

Yach,,,misalnya saja,,orang yang kita idolakan(ngaku gak ni,,ngidolain Rosululloh) datang bertandang kerumah kita,,seneng???atau malah susah?karena Rosululloh yang sebegitunya datang kerumah kita,tentu saja pengen ngeliat umatnya yang diperjuangkannya baik2 saja,,sedangkan kita??

apakah kebiasaan kita nonton tv akan tergantuikan dengan membaca Al Qur’an? Apakah hsholat subuh kita yang biasanya kesiangan akan disegerakan?apakah yang biasanya kita habisakan malam kita dengan tidur panjang akan berubah menjadi Qiyamulail bersama beliau???

JUJUR LAH !!!!!apakah kau akan merasa senang atau susah kawan??

Ketika Ku berada dalam sepi,,terduduk lemas karena tak dapat lagi kaki ini menopang tubuh,

Sendiri dalam lorong gelap yang sunyi,,

Sendiri dalam tanah gersang,,

Sendiri ya benar-benar sendiri,,,

Hilang,,semua hilang dari hadap ku,,

Entah kemana mereka,,

Tapi akhirnya ku dapati se cerca cahaya,,,

Putih silau dan Hujan pun turun,,hingga tak lagi lorong ini gelap dan tak lagi tanah ini gersang,,,

Ketika semua tlah pergi,,kusadari ku tak berarti,,,

Ya Rabb,,,,dimata makhluk Mu saja aku tak berarti apalagi di Depan Mu,,,

Ya RAbb,,taka ada temapt lari tak ada tempat berteduh tak ada temapt meminta selain kepadamu,,TOlong hamba Ya Alloh,,HAnya Kau yang ku punya…….

Jawablah pertanyaan di bawah ini dalam hati anda, kemudian cocokkan:
• Bayangkan, saat anda berjalan sendirian dibtengah taman yang indah, anda melihat sebuah keluarga: ayah, Ibu dan dua anaknya sedang bercengkrama dengan riang gembira. Perasaan apa yang muncul?
• Bayangkan, Suatu ketika anda sedang makan, dan ada seorang anak kecil yang memandangi anda dengan tatapan penuh harap dan nampaknya dia kelaparan. Apa yang anda rasakan?
• Bayangkan, anda berada di sebuah taman yang dipenuhi dengan bungan berwarna-warni, apakah anda merasa senang melihatnya?
• Suatu ketika ada seseorang yang dengan sengaja berusaha merusak taman tersebut. Apa yang anda rasakan?

Cocokkan dengan jawaban di bawah ini, anggukkan jika jawabannya sesuai :

• Perasaan yang muncul ketika melihat sebuah keluarga: ayah, Ibu dan dua anaknya sedang bercengkrama dengan riang gembira adalah betapa senangnya melihat hal tersebut dan perasaan kasih sayang muncul.
• Ketika meliaht seorang anak kecil yang memandangi anda dengan tatapan penuh harap dan nampaknya dia kelaparan anda ingin memberikan kepadanya apa yang anda makan.
• Tentu saja anda berada di sebuah taman yang dipenuhi dengan bungan berwarna-warni. Dan akan tidak senang melihat ada orang yang berusaha untuk mersak taman, sehingga anda akan sebiasa mungkin mencegahnya.

Apakah anda menganggukkan jawaban atas pertanyaan tersebut? Suatu sesi dalam sebuah training, pertanyaan setipe diajukan kepada peserta dan semua peserta menganggukkan kepalanya. Dan ini disebut ANGGUKAN UNIVERSAL, apakah itu?
Mengapa pertanyaan tersebut dijawab dengan jawaban yang hampir sama antara satu orang dengan orang lain? Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan hati manusia sebenarnya memiliki perasaan yang sama. Itulah yang disebut suara hati, atau yang biasanyab kita sebut dengan hati nurani. Terkadang ada sesuatu yang membisiki kita kea rah yang benar, bisa jadi itu adalah suara hati anda, akan tetapi kemudian suara hati itu tertutupi, sehingga seperti kita lihat sekarang ini, kita melihat banyak sekali tindak kejahatan. Akan sangat indah jika suara hati orang disekitar kita bisa hidup, MImpikah itu????

ESQ Way 165

Apabila datang bulan Dzulhijjah, maka teringatlah kita akan Qurban, dan berlanjut , kita akan ingat pula kisah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Kisah yang dapat kita jadikan renungan akan makna “Cinta Tertinggi”.

Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya, Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan, seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah, seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyambung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oleh tangan si ayah sendiri.

Namun ia sebagai seorang Nabi, haruslah menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah, menjalankan segala perintah-Nya Menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi sebagai akibat pelaksanaan perintah itu.

Nabi Ibrahim tidak membuang waktu lagi, berniat tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya.Dan berangkatlah Nabi Ibrahim menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.

Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sangat taat kepada Allah dan bakti kepada orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya:” Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku InsyaAllah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu, agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah. Kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya. Ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa pedihku. Keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya. Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata:” Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah.” Selanjutnya seperti yang kita ketahui bahwa Allah menunjukkan kuasa Nya. Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari raya Idhul Adha di seluruh pelosok dunia.

Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya. untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan.

Kisah di atas pastilah sudah sangat sering kita dengar atau bahkan dari kecil kita sudah mendengarnya. Namun dapatkah kita mengambil sebuah pelajaran besar dari kisah Nabi Allah di atas? Tidakkah kita bertanya pada diri kita, sudahkah kita mencintai Allah dengan sebenar-benarnya cinta, seperti yang selalu kita ucapkan di setiap shalat kita, “Laa ilaaha illallah”. Benarkah syahadat itu tidak hanya dilisan saja? Benarkah kita tidak menomorsatukan hal lain selain Allah di hati kita ini? Wallahu a’lam bish- shawab.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.