Lewati navigasi

Arsip Kategori: about life

“lalu nikmat Nya yang manakah yang kau dustakan?”

dalam surat Ar rahman ayat itu selalu diulang-ulang. Mengapa digunakan kata dusta?

Hal ini pernah saya baca dalam sebuah artikel, karena sebenarnya manusia tidak dapat mengingkari nikmat2 yang telah diberikan oleh Alloh kepada kita, tapi yang kita lakukan adalah berdusta akan nikmat2 Alloh itu,,,,,

bagaimana dengan anda????????

Sebuah kata cukup membuat ku tertegun sebentar, ketika seseorang mengatakan” Bukankah setiap orang istimewa?”  ya, aku sependapat.

Hati begitu luas hingga dapat menampung begitu banyak file disana, file-file tentang begitu banyak orang dengan kesannya sendiri-sendiri,

Namun bukan kah akan beberapa ruang istimewa untuk mereka yang kta temui itu,,,dan ku yakin setiap orang mempunyainya,,,

Di Suatu taman indah duduk seorang gadis dengan pandangan berharap, tampak dia menatap sesuatu. Seorang temannya menghampiri dan menepuk pundaknya, gadis itu tak bergeming memandang bangku taman di sebelah kanan nya. Tanpa sadar, temannyapun melihat apa yang gadis itu lihat terlihat sebuah keluarga, pasangan suami-istri yang tampak bahagia bercanda dengan puti-putri mereka, sang ibu tampak beranjak dari bangku itu dan kini hanya sang ayah dan dua putrinya, wajah mereka berseri dan asik bercerita.

Teman : Kau merindukan ayahmu?

Gadis :…………………. (sang gadis tak menjawab, dia asik dengan dunianya sendiri, dia tak lagi menatap ketiga orang itu lagi, tetapi menerawang, melewati batas –batas kota, terus melaju, terus dan tibalah di sebuah rumah mungil berukuran kurang lebih 0.75 X 1.65 m, rumah peristirahatan terakhir untuk semua manusia yang hidup,,,pemakaman. Tanahnya masih basah dengan taburan bunga di atasnya, dia terus masuk,,menerawang jauh, membayangkan sosok laki-laki berbaring di sana, terlihat seulas senyum diwajahnya, ayah,,,,,,ku harap kita dapat bertemu lagi di Tempat terindah, ujarnya lirih )

Teman : Hei!!!

Gadis : ……….(masih dalam diam, sang gadis tersentak, dia kembali dengan cepat, meninggalkan rumah mungil itu, melewati batas-batas kota dan kembali ke bangkunya). Kini gadis itu menenggok kearah kiri bangkunya, tampak di bangku bundar, ada dua orang disana. Seorang gadis seperti dirinya, tidak, lebih muda lagi, mungkin usia SMA, dan disampingnya ada seorang laki-laki, dia sudah dewasa, wajahnya teduh dan hangat, menatap penuh sayang pada anak gadis itu. Gadis itu tahu, si anak gadis itu adalalah adik laki-laki itu. Mereka tentu saja sedang belajar karena begitu banyak buku dihadapan mereka, tetapi tak jarang tawa renyah terdengar disela-sela belajar mereka.

Teman : Kau rindukan saudara laki-lakimu?

Gadis :………….(Sang gadis menatap langit, dia seakan melihat kilasan film dalam memorinya. Bayangan seorang anak laki-laki hadir disana, tampan, tinggi, putih. Anak laki-laki itu tersenyum sembari menatap seorang gadis yang mungkin selisih 3 tahun dengan anak laki-laki itu, mereka saling bertatap dan tertawa bersama. Becanda dan Tak ayal cubitan-cubitan mendarat di tubuh mereka. Tiba-tiba ada suara memanggil keduanya untuk makan, dialah ibu kedua anak itu. Sang gadis seakan berputar dan ketika tersadar dia berada di sebuah kamar, suara erangan halus mengusik gendang telinganya, tampak seorang gadis kecil sedang menenangkan anak laki-laki yang kini tak tampak tampan lagi, kini dia kurus, badannya seakan hanya tulang yang berbalut kulit saja. Namun seeulas senyum masih tersisa di wajah anak laki-laki itu, itulah senyum terakhirnya,,,,,,,,Sang gadis tergugu,,,,,dia berlari meninggalkan ruangan itu, rumah yang mulai ramai dan akhirnya dia kembali ke bangkunya. Dia masih tergugu.) Namun kemudian dia menatap langit, wajahnya berbinar ,,,,,

Teman : Ku tau apa yang kau pikirkan dan rasakan,,,,

Gadis : ….(masih terdiam, hanya anggukan mantap, jawaban untuk temannya itu,,,,Tuhan Kedua laki-lakiku tlah kembali kepada Mu,,ku yakin mereka damai bersama Mu,,,,dan ku yakin akan janji Mu kau tlah ciptakan satu laki-laki untukku,,,,,,Kapan waktunya, sempurna dalam rencana Mu,,,)

Teman :…….(Baru kali ini dia tak dapat berkata-kata, dia hanya mengamini apa yang dikatakan oleh sang gadis)

Mereka menatap langit penuh harap,,,,,karena DIA lah tempat mereka berharap.

Sahabat seperti bintang yang menerangi saat malam,,,

Sahabat seperti puzzle yang melengkapi puzzle kehidupan kita,,,

Sangat banyak definisi2 yang diungkapkan tetapi menurutku kata-kata takkan dapat mengungkap semua tentang sahabat,,, yang pasti sahabat adalah hadiah terindah dari Nya,,gratis,walau terkadang butuh sebagai pengorbanan, tetapi itu adalah pupuknya, apabila persahabatan adalah tanaman.

Coba tengok ke belakang, bagaimana kita dipertemukan dengan orang-orang yang kini berarti untuk kita, yaitu sahabat-sahabat kita, terkadang impossible!mustahil klo kita pikir, but it’s happened! Luar biasa Maha Kuasa DIA yang memiliki Rencana yang Sempurna untuk kita,,,

Dia takkan mungkin membiarkan kita hidup sendiri, tanpa ada seorangpun menemani, jikapun tak ada, bukankah dia yang kan menemani kita???? Seorang muslim yang takkan pernah sendirian,,

Rabb,, Terima kasih untuk semuanya,,,

And thank you my friends, thank for everything,,,luv U Coz Alloh,,,,

Kata adalah sebuah gunung es,,yach,,,dan dalam matematika kata dapat dianalogikan dengan pernyatan-pernyataan,,yang sebenarnya tanpa kita sadari itu adalah doktrin-doktrin, itu hanya kesepakatan-kesepakatan, teorema-teorema yang harus dibuktikan terlebih dahulu,

Mmmm,,,sulit rasanya menerima apa yang selama ini kita yakini kebenarannya hanyalah sebuah kesepakatan semata,,,taukah kawan, 1>0 ternyata hanyalah sebuah kesepakatan semata, yang kebenarannya baru bisa terbukti ketika kita membuktikannya dengan mengaitkan dengan teorema2 lain???

Apa itu turunan, apa itu integral, apa itu bilangan real,apa itu ini, dan lain sebagainya, itu baru ilmunya, belum lagi penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan implementasinya dalam sikap kita sehari-hari,,dan itu baru matematika, belum yang lainnya,,,,dan suatu ketika kusadari aku tak tau apa-apa,,,

AllohuAkbar!!!! JIka kita terus-terus dan terus samapai memuaskan pertanyaan2 yang ada dalam benak ini,,mungkin kita akan kehabisan akal,,yah itulah kita,,manusia yang terbatas,karena ada yang Zat yang Tak Terbatas,,,Dialah yang mempunyai jawaban,,,

Seorang kawan bertanya padaku,,,”ada apa ni?”,mungkin pertanyaan yang sederhana tapi rasanya begitu mak cleb-cleb(ke hati banget).Koq bisa?

yah dia bertanya begitu ketika ku beri salam dan sebuah simbol senyuman,,,ku pikir walaupun dunia maya,,,apa salah nya menyapa teman2 ketika online bukan? bukan kah sama saja dengan ketika kita bertemu dengan teman kita saat didunia nyata?? saling menebar salam dan mengulum senyum??

Apakah anda akan memberi salam dan tersenyum hanya ketika butuh saja,,oronis sekali jika seperti itu,,itu kah cerminan budaya kita????

Bukankah sesama muslim adalah bersaudara dan senyum adalah sebuah ibadah juga?????? jadi apakah butuh suatu syarat apabila kita memberi salam dan tersenyum kepada orang lain????

BAgaimana menurut anda???

Dalam sebuah novel, tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata tepatnya, ada kalimat yang cukup menarik, tetapi saya lupa redaksinya. Kira-kira isinya seperti ini:

“Kenikmatan luar biasa dari mimpi yang besar adalah usaha dan pengalaman yang dilakukan untuk meraihnya”.

Dan pernah kalimat itu saya kirim kebeberapa teman, yach memang ada yang sepakat, ada yang enggak tentang kalimat itu. Saya pikir itu sih hak mereka, Walaupun ada yang pernah bilang kalo hal terindahnya adalah saat terwujudnya impian itu. Tetapi untukku, kalimat itu tetap saja bener. Kenapa?

Karena kalo dipkir-pikir lagi, kenapa terwujudnya impian itu sangat menyenangkan? Tidak lain tidak bukan karena kita susah payah untuk mendapatkannya bukan? Saat kita sudah dapat meraih impian itu, pasti kita akan flash back, apa saja yang sudah saya lakukan hingga akhirnya bisa seperti ini, siapa saja membantu saya, siapa yang telah memotivasi, dan lain sebagainya. Ketika usaha-usaha itu kita lakukan dengan mudah-mudah saja, tentu saja ketika tercapainya impian kita pun akan biasa saja. Dan yang paling penting dari usaha ini adalah makna yang terkandung, dapat kah kita menjadikan apa yang sudah kita lakukan adalah sebagai pelajaran, walau mungkin pahit. So I think, the final of the dream not only get the realize the dream, but more. Karena akhirnya toh sudah dalam ketetapan Nya, Dan ketika akhirnya pahit, tentu kita tak akan kecewa, toh kita sudah mendapatkan sesuatu, yaitu pelajaran dari perjalanan mendapatkanya, walaupun akhirnya gagal juga. And yang penting juga, bukan kah salah satu syarat diterimanya amal adalah prosesnya??????

Melihat hutan yang makin menjarang, melihat rakyat yang makit melarat, melihat apa yang bisa ku lihat dan kubaca dengan hati. Ya Alloh,,,Negara kita ini seperti tinggal menunggu waktu nya saja. Sebuah pertanyaan besar menggaung dalam ruang jiwa ku, “APA NYA YANG SALAH?”, Yupz apa yang salah dari Negara indah nan kaya ini? Coba renungkan dan jawablah. Seorang teman mencoba membantu ku menjawab pertanyaan ku, “ MORAL”, jawabannya santai tapi sungguh tajam.

MORAL? Yah mungkin, lalu pertanyaan muncul kembali, “Lalu kita harus memulai perbaikan ini dari mana?”. Pertanyaan yang sering di gaung-gaungkan mungkin, tapi kenapa sampai sekarang belum juga terjadi perubahan? Belum terjawabkah? Atau belum dilaksanakan saja jawaban itu? Mungkin lebih tepat adalah option yang kedua deh, mengapa? Karena aku yakin dalam benak kita sudah ada jawaban tapi memulai untuk menjawab dengan amalan sungguh sangat berat bukan?

Kembali 3 prinsip yang sering kita dengar tuk mulai mengamalkan apa yang sudah kita yakini sebagai solusi dari masalah ini. Mulai dari sekarang, Mulai dari yang terkecil dan mulai dari diri sendiri.Sudahkah anda memulainya?

Pernahkah kita dengar sebuah kisah tentang seorang bayi yang ketakutan ketika dia akan diturunkan ke bumi? Dia terus bertanya kepada Tuhan siapa yang akan menjaganya, siapa yang akan melindunginya dari kejahatan dunia, siapa yang akan mengajarinya untuk mengenal Tuhannya? Akhirnya si bayi bertanya, “Tuhan boleh kah aku mengetahui nama malaikat di rumahku nanti?’. Tuhan pun menjawab, “Kau dapat memanggilnya IBU”.

Ya Ibu adalah malaikat itu. Ibu adalah hamba Allah yang setia dengan segala kesakitan, lebih memikirkan kepentingan dan mengantarkan kita kepada kecemerlangan. Ibu tak pernah mengharapkan apapun kecuali senyum dan bahagia kita. Kita selalu disebut dalam setiap doanya, kita selalu diingatnya dikala suka maupun dukanya. Namun apakah kita juga menyebut namanya dalam setiap doa kita? Apakah kita mengingatnya ketika kita bahagia. Pernahkah kita menyengaja menelpon beliau untuk mengetahui kabarnya? Bukan hanya ketika kita kehabisan jatah bulanan saja.

Sekarang mari kita bayangkan wajah Ibu kita masing-masing, panggil dia. Dan hadirkan dia dalam bayangan kita.. Mari kita pergi ke suatu masa, masa itu adalah milikmu dengannya. Ada seorang wanita dan seorang anak. Wanita itu adalah Ibu kita dan anak itu adalah kita. Dia tersenyum kepada anak itu dengan senyum yang menyejukkan hati, dengan sabar mengajari kata-kata sederhana kepada anak kecil itu. Wanita itu menyiapkan makanan dan menyuapinya dengan penuh kasih sayang. Berjalannya waktu, sang anak bertambah besar, diantarnya anak itu ke sekolah. Suatu ketika si anak demam, dia sakit. Lalu semalaman wanita yang tak kenal lelah itu tak tidur sekejappun. Yakinlah masa itu pernah terjadi dan wanita yang kita panggil IBU itu takkan pernah melupakannya. Tidakkah kita ingat masa itu? Sudahkah kita berbuat baik kepada Ibu-Bapak kita, seperti dalam Firman Allah SWT:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”(Q.S Luqman:14)

Sekarang kita disini yang mungkin merantau, tidakkah kita tahu berapa beratnya beliau melepas kita? Mungkin beliau menangis dibalik pintu ketika kita pergi. Namun demi masa depan kita, dia rela berjauhan dengan kita, belahan jiwanya. Apa kita telah menunaikan amanahnya? Atau malah kita melalaikannya? Sungguh jika kita telah melalaikan amanahnya, dan beliau tahu akan hal itu, tidakkah kau bayangkan betapa hancur hatinya. Bayangkan wajahnya yang sedih dan matanya yang menitikkan air mata karena perbuatan kita.

Jikalau kita tak merantau, mungkinkah waktu kita telah tersita oleh banyak hal yang merupakan hak beliau? Kita terlalu sibuk dengan teman-teman baru kita, organisasi kampus kita, dengan setumpuk tugas kita dan lain sebagainya. Sampai tak menyadari wajah beliau semakin sayu dan matanya cekung karena sakit. Sungguh terlalu!!!

“ Kembalilah engkau kepada keduanya. Maka buatlah keduanya tertawa sebagaimana sebelumnya engkau telah membuatnya menangis.”

(HR. Abu Dawud nomor 2528)

Sekarang,,tidak kah kita ingin meminta maaf atas kesalahan yang telah kita lakukan? Dan berterima kasih pada Orang tua kita, terutama pada Ibu Jika iya, lakukanlah sekarang!!! Sampaikan juga padanya rasa sayang mu padanya, “Ibu aku menyayangimu”. Sudah pernahkah kalimat itu kita ucapkan???(Nd826)

Waktu

Sesuatu yang tidak dapat dibeli (karena tidak ada yang jual)

Sesuatu yang tidak dapat disewakan (karena tiap orang mempunyainya)

Sesuatu yang tidak dapat disimpan (karena memang tidak dapat disimpan)

Sesuatu yang tidak dapat dibuat (karena tidak seorangpun bisa membuatnya)

Dan Alloh pun bersumpah atas nama nya,,, Demi Masa,,,

Tapi yang bisa kita lakukan, hanyalah menghabiskannya!!!!!!

v Seorang yang merasa waktu 24 jam sehari kurang, bukan berarti dia sibuk atau apa, tetapi karena dia tidak bisa mengatur waktu hidupnya.

v Banyak kegagalan sering disebabkan oleh karena tidak bisa mengatur waktu dengan baik .

v Dengan menata waktu dengan baik, kita justru memiliki lebih banyak waktu untuk Keluarga,sahabat, hobi kita, bahkan waktu untuk diri sendiri, bahkan bangsa dan agama kita.

v Mengatur waktu dengan baik bisa mengurangi stress.

Untuk mengetahui nilai satu tahun, tanyakan seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikan kelas…

Untuk mengetahui nilai satu bulan, tanyakan seorang ibu yang melahirkan bayi prematur…

Untuk mengetahui nilai satu minggu, tanyakan seorang editor majalah mingguan…

Untuk mengetahui nilai satu hari, tanyakan seorang buruh harian yang mempunyai enam anak untuk diberi makan…

Untuk mengetahui nilai satu jam, tanyakan seorang mahasiswa yang sedang menjalani ujian tugas akhirnya…

Untuk mengetahui nilai satu menit, tanyakan seorang yang tertinggal pesawat…

Untuk mengetahui nilai satu detik, tanyakan seorang yang selamat dari kecelakaan…

Untuk mengetahui nilai satu milidetik, tanyakan seorang pembalap yang menaiki podium pertama…

Ingat, nilai satu milidetik sangat berharga. Jadi sangat tidak bijak jika kita tidak bisa menghargai waktu yang Alloh percayakan pada kita. Berhasil tidaknya kita hampir sebagian besar ditentukan sejauh mana kita bisa mengatur waktu. Punyalah waktu untuk merenungkan waktu agar kita bisa mengerti apa arti sebuah waktu. Apalah yang kita punya sesungguhnya,,hanya waktu saja,,, semua hanya titipannya.dan sewaktu-waktu DIA bisa mengambilnya,bahkan NYAWA ini!!!! Waktu adalah investasi kita untuk kehidupan akhirat kita.Kalau kita berpikir, “ah, nanti saja kan bisa.” Dan selalu begitu, maka pada waktunya kita akan bingung sendiri. Karen waktu akan terus berputar dan tidak bisa berbalik lagi… sehingga dialah yang paling jauh, dari yang paling dekat KEMATIAN

Siapapun, jangan melihat orang yang memberimu,,,

Tetapi lihatlah apa yang telah dia berikan untukmu,,,

Af dan makasih kawan ,,,,^_^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.